February 26, 2009...7:30 am

IMMUNE SYSTEM – SISTEM KEKEBALAN TUBUH

Jump to Comments

Terdapat tiga lapis sistem kekebalan tubuh yang menjaga kita dari serangan mikroorganisme. Yang pertama adalah kulit, dan permukaan dari sistem-2 pernafasan, pencernaan, dan uriner. Ketiga sistem ini memberikan penghalang fisik bagi radikal bebas dan mikroorganisme yang hendak mengintervensi tubuh.

radikal bebas

radikal bebas

Lapisan kedua, jika lolos dari penjagaan pertama, akan menghadapi macrofagus dari bagian inflammatory response atau respon peradangan. Selain macrofagus, tubuh juga akan mengeluarkan histamin, interferon, dan beberapa bahan kimia lain yang akan “mengeroyok” radikal bebas yang lolos pintu gerbang pertama, dan merespon secara langsung kerusakan yang mungkin telah disebabkan oleh intervensi tersebut.

Apabila kedua lapis sistem pertahanan tersebut masih belum dapat menghentikan pengaruh negatif mikroba dan radikal bebas, maka sistm kekebalan yang terakhir mulai beraksi. Dikendalikan oleh organ-2 lymphoid mengeluarkan lymphocytes yang bekerja sebagai kunci dari sistem kekebalan tubuh. Sistem ini bekerja karena adanya molekul-2 asing yang disebut antigen (antibody-generating-substances) yang terdeteksi pada virus atau bakteri.

T-cell & B-cell

Lymphocyte terdiri atas 2 tipe, T-sel dan B-sel. B-sel mengenali bakteri dan virus serta memproduksi antibodi terhadap antigen-2 tersebut. T-sel mengenali pertumbuhan sel yang tak normal, seperti kanker, atau sel-2 yang dirusak oleh antigen. T-sel juga merespon sel-2 baru hasil transplantasi, serta lebih banyak penyebab penyakit lain. T-sel tidak memproduksi antibodi namun secara langsung memerangi targetnya.

Itulah sekilas mengenai betapa hebatnya fungsi sistem kekebalan tubuh yang selama ini melindungi kita. Bayangkan, untuk menderita satu penyakit saja berarti kita melibatkan banyak “pihak” dan “birokrasi”. Maka dari itu, penting rasanya untuk membantu sistem kekebalan tubuh kita dengan cara mengendalikan dan mengatur hidup dan tidak “menyakiti” diri sendiri baik secara psikis maupun dengan mengkonsumsi bahan-2 beracun (tahu khan, maksudnya?)

3 Comments


Leave a Reply