BAHAN KIMIA DALAM JAMU

Makin maraknya jamu berbahan kimia membuat konsumen harus berhati-hati dalam memilih obat tradisional. Pengetahuan mengenai hal tersebut harus segera disosialisasikan agar dampaknya tidak sampai menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap obat tradisional yang telah menjadi tradisi pada bangsa ini.

Tujuan pengobatan tradisional pada dasarnya adalah:
1. Promotif –> sebagai sarana untuk memelihara kesehatan
2. Preventif –> sebagai usaha untuk mencegah penyakit
3. Kuratif –> sebagai usaha untuk mengobati penyakit
4. Rehabilitatif –> sebagai sarana untuk memulihkan kesehatan

Melihat tujuan di atas, maka secara logis, tidak ada obat tradisional yang memberikan efek “segera” alias “cespleng” apabila tidak diberi campuran bahan kimia. Penggunaan sesuai tujuan senantiasa harus dilakukan secara rutin dan dalam jangka waktu yang agak panjang, bergantung pada kondisi masing-masing orang. Efek yang ditimbulkan juga bertahap dan tidak dirasakan serta-merta.Pada beberapa kasus, obat tradisional yang bersifat antitoksin mempunyai efek detoksifikasi yang kadang-kala malah memberikan rasa tak nyaman pada tubuh!

Jika kita telah memutuskan untuk menggunakan obat tradisional, alangkah baiknya berkonsultasi dulu dengan orang-2 yang berkompeten dalam hal tersebut. Di RS Pemerintah sudah ada dokter dan tim medis yang memberikan pelayanan konsultasi untuk pengobatan alternatif dan tradisional. Atau bisa juga menghubungi Yayasan Karyasari di www.karyasari.com yang mempunyai klinik pengobatan herbal dan balai pengobatan herbal yang tersebar di seluruh Indonesia. Anda juga bisa langsung berkonsultasi di situs ini dan akan kami berikan jawaban segera!

2 responses to this post.

  1. […] saya melihat sebuah kerancuan definisi mengenai obat tradisional yang pernah saya tulis juga di posting saya. Sayangnya, belum ada itikad baik dari pihak-2 terkait; misalnya pelaku bisnis farmakologi, […]

  2. […] tubuh, seperti homeostatis, metabolisme dan kekebalan, sehingga diperlukan penyesuaian dan terdapat fase detoksifikasi yang kadangkala disalahartikan sebagai “keracunan” atau “tidak […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: