HERBALIS (HERBALIST); SALAH SATU PENGOBAT ALTERNATIF

Manakala pengobatan medis makin tak terjangkau dan banyak orang mulai meragukan kredibilitas dokter sebagai sarana penyembuhan, tampillah beberapa pengobat alternatif. Jenis-jenis pengobatan yang ditawarkan pun beragam, mulai dari akupunktur, ayurveda, holistik, hypnosis, herbalis, belum lagi yang mengupayakan melalui dua medium dan perilaku di luar nalar alias metafisika.

Sah-sah saja bagi pasien untuk memilih, sebagaimana para pengobat tersebut memiliki keahliannya sendiri, yang terpenting di sini adalah bagaimana seorang pengobat dapat memberikan sugesti-2 positif bagi pasien dan semangat untuk menuju kesembuhan. Sugesti positif sangat penting, seperti pernah ditulis oleh Ambroise Paré (1510–1590):
“Guérir quelquefois, soulager souvent, consoler toujours” yang kurang lebih artinya “tugas seorang pengobat adalah (kadang-kadang) menyembuhkan, (seringkali) meringankan penderitaan, (selalu) menghibur penderita”. Jadi kesimpulannya, seorang pengobat, bukan hanya mencarikan pengobatan yang tepat, melainkan juga untuk menolong pasien menemukan alasan yang menyeluruh dan mendalam mengapa ia harus bertahan hidup, menyelesaikan konflik, dan membebaskan energi penyembuhan.

Dari sekian banyak ragam pengobatan alternatif, kami memilih pengobatan herbal untuk membantu pasien mengatasi dan memperbaiki gangguan dan keluhan yang dideritanya. Pengobatan herbal di Indonesia termasuk jenis pengobatan yang sangat tua dan baru-2 ini mendapat dukungan dari Departemen Kesehatan untuk dikembangkan lebih lanjut, mengingat Indonesia termasuk negara dengan biodiversity terluas di Asia. Banyak sudah penelitian mengenai tanaman obat Indonesia yang dilakukan oleh pihak-2 asing, yang ujung-2nya justru merugikan bangsa kita karena hasil penelitian tersebut akhirnya digunakan untuk meng-klaim penemuan tersebut.

Herbalis bekerja selaras dengan medis. Herbalis membutuhkan diagnosa medis, dan menganggap obat-2an yang diresepkan secara medis akan efektif hanya jika dalam situasi darurat, dengan waktu sebagai parameternya. Namun untuk penyembuhan jangka panjang dan peningkatan mutu hidup, digunakanlah obat-2an yang bahan dasarnya adalah tanaman (tanaman obat), sehingga didapat keselarasan tujuan yakni promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Disamping itu, pola penyembuhan menggunakan tanaman obat juga sedikit banyak akan berpengaruh pada perubahan gaya hidup dan lingkungan.

Jadi pada akhirnya, segala konsep pengobatan dan penyembuhan akan kembali kepada pasien. Pasienlah yang membuat pilihan dan kemudian hidup dengan pilihannya itu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: