MALPRAKTEK DILUAR PENGOBATAN MEDIS DAN ALTERNATIF/KOMPLEMENTER

Masyarakat kini makin menyadari pentingnya perlindungan hukum ketika menjalani pengobatan medis. Beberapa kasus malpraktek yang pernah terjadi membuat kita berhati-hati dalam membuat keputusan yang berhubungan dengan kesehatan, dan berupaya mencari “second opinion” sebagai bahan pertimbangan.

Begitu pula dari sisi medis, membuat dokter dan paramedis lebih berhati-hati dan berupaya meningkatkan kualitas demi terlaksananya hubungan yang baik dengan pasien dalam proses penyembuhan. Komunikasi perlu dibangun sedemikian rupa sehingga antara dokter dan pasien maupun pengobat alternatif menjadi terbuka dan saling leluasa dalam memberikan bantuan edukatif agar pasien dapat lebih memahami penyakit yang dideritanya.

Lantas bagaimana dengan jenis pengobatan diluar pengobatan medis dan pengobatan alternatif/komplementer yang telah diakui keberadaannya? Apa yang harus dilakukan apabila ditengarai telah terjadi malpraktek pada praktek pengobatan jenis lain tersebut?

Untuk pengobatan alternatif yang lain (lihat posting saya “DUKUN; PENGOBAT ALTERNATIF-KAH?”) yang melibatkan kesaktian tertentu dan kekuatan supranatural yang tidak dapat dipelajari ilmunya karena hanya bisa dilakukan oleh orang yang “terpilih” saja, maka sedikit banyak kasus malprakteknya tidak dapat dibuktikan.

Mengapa demikian? Dari proses pengobatannya saja sudah memberikan ambiguitas, dan semata-mata hanya memberikan jaminan kepercayaan kepada pasien dalam bentuk sugesti yang belum dapat dibuktikan secara nyata dan massal. Maka jika jenis pengobatan ini yang anda pilih dan ternyata anda merasa telah terjadi malpraktek, tidak ada yang bisa anda lakukan selain melaporkannya ke pihak berwajib.

 

Kasus malpraktek pada pengobatan/penyembuhan jenis ini mirip dengan kasus penipuan melalui ATM dimana korbannya dengan sukarela datang dan mentransfer sejumlah uang dari rekeningnya kepada rekening orang lain yang tidak dikenal setelah mendapatkan perintah melalui HP. Kasus seperti ini sangat jarang bisa terungkap pelakunya, atau tidak ada pasal yang bisa menjerat si pelaku karena korban melakukan perbuatannya secara sukarela!

 

Masih berani mencoba?

6 responses to this post.

  1. Dukun, seperti dukun cilik ponari kali yeee..

  2. Posted by rumahherbalku on February 14, 2009 at 7:58 am

    Ponari cuman salah satu kasus aja. MAsih banyak orang-2 “gifted” lainnya. Kalau dari sisi psikologi saya pernah baca, ada orang yang “gifted”, ada yang “talented”.
    Bedanya dukun dengan pengobat alternatif mungkin bisa di lihat dari situ. Dukun itu dapet ilmunya “gifted”, dari Penguasa Kehidupan. Kalau pengobat alternatif adalah yang “talented” alias masih harus belajar terus biar ilmunya juga nggak ketinggalan jaman…
    Setuju-kah?

  3. Apa bisa disebut malpraktek, lha wong dalam praktek perdukunan gak ada aturan/prosedur baku yang bisa dijadikan acuan?

  4. Posted by rumahherbalku on February 16, 2009 at 9:01 am

    Kata “Malpraktek” disini cuma sekedar “sindiran” bagi mereka yang berpraktek tanpa ada perlindungan hukum bagi pasiennya. Maaf bagi yang merasa…

  5. informasi yang sangat menarik, bagus untuk di jadikan bahan diskusi dan di telaah lebih jauh lagi, woow keren

  6. Posted by rumahherbalku on March 2, 2009 at 9:10 pm

    Berita terbaru mengenai kesalahan pengobatan oleh dokter terjadi di Blitar. Memang sih, belum bisa disebut malpraktek karena masih dalam penyelidikan. Karena itu saya selalu menghimbau kepada para pembaca blog saya, agar mempelajari penyakitnya, dan yang penting, JANGAN PANIK (karena kepanikan bisa menurunkan kondisi fisik sebesar hampir 60% !)

    baca:

    https://rumahherbalku.wordpress.com/2009/02/16/kenali-penyakit-anda-lebih-jauh/
    https://rumahherbalku.wordpress.com/2009/01/02/peta-konsep-menuju-penyembuhan/

    semoga lebih bermanfaat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: