FENOMENA PONARI; SISI POSITIF

PonariKemunculan Ponari yang fenomenal banyak mengundang tanggapan, baik dari sisi medis maupun sisi sosial. Kalau saja Pemerintah mau campur tangan secara lebih fungsional, maka akan terjadi sinergi yang aktif dari kejadian ini, bukan hanya menerjunkan aparat untuk mengamankan saja. Juga bukan hanya berkomentar seperti apa yang ditulis di headline Koran Surya 17 Februari 2009 mengenai statement Menkes Siti Faadilah Supari menanggapi statement Gubernur Jatim Soekarwo, sebelumnya.

Menyikapi situasi ini hendaknya diambil sisi positifnya. Keinginan dan motivasi masyarakat dalam berobat memang tidak dapat dihentikan, mengingat ini juga bagian dari hak asasi untuk mendapatkan upaya penyembuhan. Yang dapat dilakukan adalah kerjasama menyeluruh dengan tim medis dan dukungan dari Dinas Kesehatan terkait untuk senantiasa memberikan pendampingan pada masyarakat yang telah memutuskan untuk berobat pada dukun cilik tersebut.

Dukungan atau partisipasi dari Dinas Kesehatan bisa berupa pembukaan POSKO. (masak kalah dengan caleg-2 yang bisa membuat posko pengobatan gratis sebagai sarana kampanye????) POSKO Kesehatan yang didirikan di dekat lokasi ini bertujuan untuk mendata pasien yang telah ataupun akan berobat pada si dukun – secara sukarela. (maksudnya, yang tidak mau di data ya tidak perlu dipaksa)

Pendataan ini sangat berguna sebagai masukan pada Dinas Kesehatan untuk mengetahui motivasi pasien berobat, umur, daerah asal dan tingkat sosial pasien, tindakan medis dan tingkat kepuasan pasien terhadap sarana dan prasarana medis yang pernah dijalani oleh pasien sebelumnya! Setelah mendata pasien, POSKO juga bisa memberikan sedikit pengarahan mengenai diagnosa penyakit pasien secara medis dan alternatif pengobatan yang lain (yang sejalan dengan medis) sesuai dengan kondisi dan latar belakang pasien. Untuk hal yang satu ini, Dinas Kesehatan bisa bekerja sama dengan para pengobat alternatif/komplementer yang telah menjadi anggota ASPERTI.

Dengan demikian tak akan muncul lagi komentar-2 saling menyalahkan dari berbagai pihak dan fenomena Ponari ini bisa juga berlangsung dengan tertib, aman dan tentram, serta bersinergi dengan medis, sebagaimana suasana penyembuhan yang diharapkan oleh masyarakat seluruhnya.

3 responses to this post.

  1. Sebenarnya kita tak perlu berdebat soal ini jika masing masing pihak tak berebut kebenaran. Seberapa banyak fakta yang kita punya, kalau suka berdebat ya tetap berdebat.

    Terlepas dari motivasinya, pengobatan alternatif/perdukunan adalah sebuah pilihan dan menyangkut soal keyakinan akan metode pengobatan pilihan.

  2. Posted by rumahherbalku on February 21, 2009 at 8:45 am

    Nah itu dia…
    Barangkali dari bacaan saya di atas ada caleg yang mau campaign sekaligus buka POSKO di daerahnya PONARI… he..he…

  3. Fenomena dukun cilik dadakan ini memang wajar kalo menimbulkan kontroversi, karena hal itu memang hal yg tidak biasa ..
    Metode penyembuhan dengan biaya sukarela ini menimbulkan DAYA MAGNET yg BESAR bagi masyrkat menengah ke bwah yg sedang menderita sakit,

    Hendaknya ini dijadikan bahan koreksi untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan yg sdh ada.

    yang terpenting adalah kita harus menyikapinya dg positif thinking aja …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: