OBAT PUYER, LEBIH MAHAL – LEBIH MURAH?

Baru-baru ini headline news di beberapa media massa memberitakan tentang efisiensi obat jenis puyer. Resep obat berbentuk puyer ini biasanya diracik untuk anak-2 dengan pertimbangan sebagai berikut:

  • Ada sebagian anak yang alergi terhadap pemanis dalam obat jenis sirup (seperti anak saya)
  • Menekan harga karena diyakini bahwa obat sirup lebih mahal daripada tablet yang merupakan bentuk asal obat puyer sebelum diracik menjadi serbuk
  • Menyederhanakan jenis obat yang diminum menjadi cukup satu atau dua bungkus sekali minum daripada harus meminum semua jenis obat yang diresepkan sendiri-sendiri (kepraktisan)

Dan pertimbangan-2 yang lain dari sisi dokter maupun pasien.

medication_600Lantas apakah kepraktisan dan efisiensi dengan pertimbangan tersebut di atas mempengaruhi harga? Apakah obat puyer lebih murah, ataukah malah lebih mahal?

Kembali pada sisi teknisnya. Pembuatan puyer memerlukan tenaga. Meracik obat dan mencampur, lalu membaginya menjadi dosis sekali minum dan disesuaikan dengan kondisi pasien (berat badan/usia) tentu saja berbayar. Belum lagi kertas pembungkusnya. Untuk jenis obat yang sama, merk dan bentuknya, tentu meracik menjadi puyer ongkosnya lebih mahal.

Lain halnya jika obat yang diracik menjadi puyer adalah beberapa macam obat generik atau obat sejenis yang lebih murah harganya. Bisa jadi harga puyer lebih murah. Namun jika yang diracik saja sudah merupakan sekumpulan obat paten, jangan harap mengeluarkan uang sedikit! Namanya saja obat paten, entah sirup, entah tablet, kapsul (juga racikan) ataupun puyer, tetap saja mahal!

Lalu bagaimana cara untuk mengurangi biaya jika ternyata anak kita memerlukan jenis obat yang tidak sedikit? Jangan lupa untuk meminta resep obat generik! Kadangkala dokter tidak akan memberikan obat generik jika tidak diminta! Kemudian mintalah SELALU pada dokter untuk menerangkan kegunaan tiap macam obat yang harus diracik dalam puyernya, karena ada jenis-2 obat yang harus dikonsumsi sampai habis (seperti antibiotik) dan ada yang dikonsumsi bila perlu saja (contohnya antihistamin, analgesik). Kalau perlu, ajari anak minum tablet atau kapsul sejak dini, agar mereka terbiasa dan bisa menjaga diri dan kesehatan (karena obat itu tidak enak, maka jangan sampai jatuh sakit). Referensi mengenai puyer dari Majalah Farmacia  bisa dijadikan bahan pertimbangan.

Berikut ini sekedar contoh resep obat flu (batuk-pilek) berbentuk puyer untuk anak-2 yang biasa saya dapatkan dari dokter anak.

1 jenis puyer berisi (harus dihabiskan):                                                       

– analgesic

– antibiotic

– decongestan

– antitusive analgesic

– anticonvulsant

– antihistamine

1 jenis puyer berisi (diminum bila perlu) :

– antipretik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: