VICTIM OF MEDICINE

Berita terbaru mengenai “dugaan” malpraktek oleh seorang dokter umum muncul di Blitar. Seorang wanita mengalami kerusakan wajah yang ditengarai karena kesalahan pemberian obat, dimuat dalam Surya Online. Penyakit yang sekarang diderita wanita tersebut (setelah kesalahan pengobatan) diduga adalah Stevens Johnson Syndrome.

Kasus seperti ini sangat jarang terjadi, (kalau memang pasien menderita Stevens-Johnson syndrome) namun jika memang pasien mengalami hal tersebut karena menggunakan obat yang DIRESEPKAN OLEH DOKTER, maka penyebabnya adalah kesalahan dokter dalam memberi obat.

Seperti diketahui, beberapa orang mempunyai hypersensitifitas terhadap obat-obatan tertentu, bahkan obat yang sederhana sekalipun ( yang biasa dikonsumsi secara bebas). Hypersensitifitas ini bisa menyebabkan alergi yang tak terkendali sehingga diharuskan seorang dokter untuk lebih mengenali pasien sebelum menentukan jenis obat yang harus dikonsumsi. Ingatlah bahwa reaksi kimia berlangsung LEBIH CEPAT daripada reaksi obat-obatan alami dan kadangkala tidak terkendali.

Sedangkan bagi pasien, jangan lupakan posting saya mengenai PETA KONSEP MENUJU KESEMBUHAN. Jika anda mau mendengarkan tubuh anda, anda pasti tidak akan tergesa-gesa mencari seorang dokter dan mengkonsumsi obat-obatan yang kadangkala anda sendiri tak tahu apa efek sampingnya!

 Lantas apa yang seharusnya dilakukan jika kita sudah terlanjur menjadi “victim” alias korban dari kesalahan pemberian obat?

Kalau kemudian memang Steven-Johnson syndrome yang terjadi, maka selain menempuh jalur hukum (yang biasanya sulit dan mbulet), anda bisa juga secara psikis membesarkan semangat penyembuhan anda dengan bergabung ke AVIMEDI Asosiasi korban kesalahan obat dan sharing di situ. Anda akan merasa tidak sendirian dan bertemu dengan orang-2 yang mengalami kasus yang sama.

 

Namun jika ternyata bukan Stevens-Johnson syndrome, anda patut berlega hati namun harus terus berjuang jika penyakit tersebut memang karena kesalahan pemberian obat. Itulah sebabnya sekarang ini obat kimia di negara maju mulai ditinggalkan dan mulai memperbanyak penelitian pada obat-obatan alami, dan rekayasa bio engineering menggunakan stem cell.

Seperti apa stem cell dan bio engineering? Tunggu posting saya berikutnya!

One response to this post.

  1. […] sudah menuliskan posting mengenai kondisi Nita ini di sini, dan mengapa saya menganggap itu semua sebagai akibat dari sebuah kecerobohan. Entah itu bisa […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: