ANOTHER MISSCONCEPTION OF HERBAL REMEDY

Sekali lagi pada posting ini kami ingin membuka pengetahuan mengenai terapi herbal dan proses yang berlangsung pada tubuh anda jika anda mengkonsumsi tanaman herbal untuk tujuan apapun.

Apabila anda menderita penyakit tertentu dan memutuskan untuk memilih terapi herbal sebagai alternatif pengobatan setelah pengobatan medis atau konvensional, maka anda harus mengetahui hal-hal berikut :

  • Terapi herbal berjalan bersama dengan terapi medis. Untuk itu, diagnosa kami selalu berdasarkan dari catatan medis yang telah ada. Apabila hendak berkonsultasi, bawalah rekaman medis terakhir yang telah dilakukan.
  • Dalam setiap session konsultasi yang kami berikan, kami akan memberikan pertanyaan-2 yang berhubungan dengan sejarah kesehatan keluarga, atau kebiasaan-2 pasien, semata-mata sebagai pelengkap diagnosa. Adakalanya, suatu penyakit merupakan pengembangan dari kondisi psikosomatis yang dialami pasien atau memang merupakan penyakit yang memicu komplikasi dan memunculkan penyakit baru yang dikeluhkan, namun bukan merupakan penyebab yang utama.
  • Terapi herbal merupakan terapi yang bersifat holistik/menyeluruh. Herbal yang kami anjurkan untuk dikonsumsi merupakan awal dari terapi. Penyembuhan yang sebenarnya akan dapat terwujud secara lebih cepat dan menyeluruh jika ditunjang dengan kebiasaan makan yang baik, food combining, dan perubahan gaya hidup. Mengkonsumsi herbal saja tanpa adanya dukungan dan kerjasama yang baik pada perubahan gaya hidup, tidak efisien dan efektif.
  • Kerjasama pasien dan herbalis sangat dibutuhkan terutama karena terapi ini berlangsung dalam kurun waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan pengobatan konvensional. Bergantung pada tingkat riwayat penyakit yang diderita pasien, maka terapi ini baru bisa dirasakan manfaatnya secara fisik setelah (minimum) berlangsung selama sebulan penuh. Hal ini juga disebabkan karena terapi herbal menyusun kembali (re-forming) sistem yang  ada pada tubuh, seperti homeostatis, metabolisme dan kekebalan, sehingga diperlukan penyesuaian dan terdapat fase detoksifikasi yang kadangkala disalahartikan sebagai “keracunan” atau “tidak manjur”.
  • Herbal sendiri sebenarnya merupakan makanan alami yang sekarang ini telah diproses secara modern dengan tujuan kepraktisan. Seandainya pasien dapat mengusahakan sendiri sediaan herbalnya apalagi dalam bentuk yang segar, kami akan memberikan dukungan untuk memanfaatkan sediaan tersebut, kecuali jika herbal yang kami anjurkan mempunyai tingkat kesulitan pemrosesan yang tinggi (contohnya: Keladi Tikus/Coleus amboinicus Lour), Buah merah atau memang harus digunakan dalam bentuk yang telah diproses lebih lanjut (contohnya: Mahkota dewa/Phalleria macrocarpa)

Demikian sedikit pengetahuan dari kami, semoga lebih bermanfaat. Untuk diingat, pola makan dan kebiasaan makan sangat mempengaruhi kesuksesan anda dalam melakukan terapi herbal. Apa yang menjadi pantangan maupun apa yang dianjurkan, hendaknya menjadi sebuah acuan dan bukan sekedar wacana, bagi tercapainya usaha penyembuhan.

Semuanya bergantung pada prinsip anda, apa yang menjadi pilihan, makan untuk hidup, ataukah hidup untuk makan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: