KEKUATAN DAN MANIFESTASI DOA

Barangkali sebagian besar dari anda selalu memulai dan mengakhiri ritual makan dengan berdoa. Apapun agama dan keyakinan anda, doa merupakan salah satu cara untuk mengkomunikasikan segenap perasaan, pikiran, dan harapan kita kepada Sang Pencipta. Jika anda masih sering lupa berdoa sebelum dan sesudah makan, mungkin setelah anda selesai membaca posting saya kali ini, anda bisa mulai membiasakannya.

“Doa sebelum dan sesudah makan biasanya berisi pesan syukur terima kasih atas segala berkah, rahmat dan rejeki yang telah kita terima dalam bentuk makanan dan minuman. Kemudian dilanjutkan dengan harapan, agar apa yang telah kita makan dan minum dapat memberikan manfaat dan bukannya merugikan diri kita.”

Dewasa ini makin banyak saja jenis-2 makanan baru yang belum tentu memberikan manfaat sesuai dengan apa yang kita butuhkan. Sayur mayur dan buah-2 an tercemari pestisida, ikan di laut terpapar merkuri, belum lagi bahan-2 aditif lain yang berkedok “menguatkan dan melezatkan” rasa masakan, yang sebenarnya bersifat karsinogenik. Lantas bagaimana kita memagari diri dari hal-hal yang demikian? Bagaimana bisa mengetahui kadar kandungan pestisida pada apel yang kita beli, atau seberapa banyak merkuri yang mencemari ikan tuna dalam masakan? Jawabannya : tidak ada yang tahu!

Lalu bagaimana kita bisa mengukur sejauh mana toleransi tubuh terhadap bahan-2 pencemar tadi? Apa yang terjadi setelah sekian lama kita tak bisa mengontrol asupan yang “mendompleng” pada makanan dan minuman yang kita konsumsi? Jawabannya juga : tidak ada yang tahu!

Yang kita tahu adalah bahwa kita sebagai manusia, makhluk Tuhan yang paling sempurna, mempunyai kemampuan adaptasi yang luar biasa. Kita juga tahu bahwa kita diberi kesempatan untuk BERDOA, sebagai satu-satunya senjata menghadapi ketidaktahuan kita, ketidakmampuan kita dalam mengatur segala sesuatunya dalam hidup ini. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan kekuatan energi doa terhadap materi seperti yang dibahas dalam buku Dr. Masaru Emoto, THE TRUE POWER OF WATER.

Gambar kristal air SEBELUM diberi doa :

Gambar kristal air SESUDAH diberi doa :

Kita tidak perlu kemudian menjadi PARANOID setelah mengetahui betapa banyak racun dan karsinogen yang beredar bebas dalam udara yang kita hirup, dalam air yang kita minum, dan dalam makanan yang kita konsumsi, karena kita tetap membutuhkannya sebagai penunjang kehidupan. Yang harus kita lakukan adalah tetap BERUSAHA untuk menghindarinya sedapat mungkin, dan tetap BERDOA untuk mendapatkan perlindungan dari Sang Pencipta. Slogan kuno ORA et LABORA sepertinya harus tetap digaungkan agar kita tak pernah lupa berdoa dan berusaha!

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: