MEMOTIVASI BAYI BELAJAR MAKAN

Ada banyak pertanyaan yang menggelitik saat saya surfing ke Yahoo Answer! Beberapa dari jawaban yang saya pernah berikan, mendapat vote tertinggi padahal topik yang ditanyakan kadang-kala begitu sederhana namun seringkali menjadi masalah besar dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu contohnya, pertanyaan ini :

“Mengapa anak usia 15 bulan masih belum mau mengunyah? Tidak mau makan nasi? Padahal giginya sudah banyak yang tumbuh?”

Pertanyaan ini mau tak mau membuat saya tersenyum. Masalah makan tampaknya kian hari kian memusingkan ibu-ibu muda, yang – tentu saja – hampir-2 tak punya waktu bagi bayinya karena sibuk bekerja. Jalan pintas diambil. Mengkonsumsi makanan bayi “siap saji” (bukan hanya orang dewasa saja lhooo, yang makan “fastfood”) baik berupa makanan instan dalam kaleng (kok kedengarannya kayak makanan kucing? :oops:) maupun makanan cair yang sudah diformulasi “khusus” bagi bayi.

Kembali ke asal muasal penciptaan manusia. Memang dari berbagai sudut pandang, manusia disebut sebagai makhluk omnivora (pemakan segala – baik tumbuhan maupun hewan) tapi secara anatomi dan fisiologi, sistem pencernaan mulai dari rongga mulut, susunan geligi, enzim-2 dan organ-2 yang lain di disain mendekati sistem pencernaan hewan herbivora (pemakan tumbuhan). Artinya, perbandingan asupan makanan hewani dan makanan nabati seharusnya tidak sama. Kecenderungannya menuju makanan jenis nabati dibandingkan makanan hewani.

66a

Lantas bagaimana mengenalkan makanan pada bayi agar dia bisa tumbuh dan berkembang seperti manusia pada umumnya? Mengapa permasalahan seperti ini tidak di alami pada jaman ibu-2 kita dahulu atau bahkan nenek-2 kita? Apakah terjadi perubahan anatomi pada sistem gigi-geligi bayi jaman sekarang?:shock:

Ah… jangan buruk sangka dulu… Bagi yang percaya pada teori evolusi pasti mengerti, bakal dibutuhkan waktu jutaan tahun untuk mengadaptasi anatomi. Namun, untuk mengadaptasi sistem, tak sampai butuh waktu sedemikian panjang!

Bayi baru lahir memiliki kemampuan untuk mengenali ASI sebagai satu-satunya makanan cair penopang hidup. Hal ini akan berlangsung kurang lebih selama 6 bulan, karena setelah itu, tahap pertumbuhan dan perkembangan bayi tidak lagi mampu ditopang HANYA dengan ASI saja!

Pada usia 6 bulan, sistem pencernaan bayi mulai berkembang. Enzim-2 baru mulai diproduksi dari enzim pangkal. Ibu harus mulai mengenalkan makanan padat lunak pada bayi. Makanan ini berguna untuk merangsang pembentukan enzim-2 tersebut, untuk selanjutnya mempersiapkan sistem pencernaannya agar dapat beradaptasi dengan makanan jenis padat, sesuai dengan takdirnya sebagai manusia.

Bila gigi-geligi bayi mulai tumbuh, bersamaan dengan mengerasnya gusi sebagai tahap persiapan pertumbuhan gigi susu, mulailah bayi diperkenalkan dengan MAKANAN MANUSIA atau makanan yang DIMAKAN OLEH ORANGTUANYA. Tentu saja bentuk dan teksturnya belum terlalu bervariasi, mengingat beberapa jenis makanan memerlukan campurtangan gigi taring yang tak bisa tergantikan oleh gigi jenis lain.

adelya eating carrotSaat ini (sekitar usia 9 bulan ke atas) adalah saat yang paling tepat untuk memperkenalkan makanan padat dan olahan menu rumahan. Simpan baik-baik blender anda. Gantikan dengan saringan atau nasi tim. Tunjukkan bahwa apa yang berada dalam piringnya kurang lebih sama dengan isi piring anda. Biasakan makan bersama-sama agar tubuhnya mulai membentuk jam biologis untuk makan, disamping acara makan makanan kecil/kudapan lain/buah/susu. Daging dan sayur cukup dihaluskan dengan saringan, jangan dicampurkan bersama nasinya, agar tekstur dan bentuknya kelihatan. Dengan demikian bayi anda pun bisa belajar mengenali rasa bahan makanan.

Bagaimana dengan bumbu? Wah! semua bumbu dapur berbahan alami, boleh digunakan asal tidak mempunyai rasa yang menyengat seperti merica dan cabai. Tambahkan garam dan gula 1/4 bagian dari yang biasa anda gunakan untuk masakan anda. Jangan gunakan bumbu instan yang mengandung MSG. Biarpun rasanya tambah nikmat, tapi pencernaan bayi belum bisa mengadaptasi – dan bukankah lebih baik menghindari MSG tanpa alasan apapun?! Yang dibutuhkan tubuh bukan rasa nikmat yang hanya di bibir dan di lidah saja, melainkan nutrisi!!

Lalu apakah tidak boleh menggunakan makanan instan yang dijual di supermarket dan lebih praktis? Tentu saja boleh, sesekali. Apabila anda sedang tidak ada waktu, atau sedang bepergian, tidak ada salahnya mempergunakan makanan instan yang lebih praktis. Namun jika diberikan setiap hari, sehari tiga kali, apalagi dengan rasa yang tidak bervariasi, itu-itu saja, maka bisa jadi bayi akan MENGIRA hanya itulah JENIS MAKANAN YANG PANTAS DIMAKAN. Selainnya… = BUKAN MAKANAN. Itulah sebabnya mengapa pada usia 9 bulan ke atas dianjurkan untuk sebanyak-banyaknya membuat variasi makanan pada bayi, TERUTAMA SAYURAN. Saya kira jika bayi dibiasakan mengenali sayuran sebagai makanan, tak akan ada lagi komplain “ANAK SAYA TIDAK MAU MAKAN SAYUR!”

Sebagai referensi mengapa SAYUR lebih mengambil peranan penting daripada DAGING, bisa dibaca di buku Dr. Tan Shot Yen, “SAYA PILIH SEHAT DAN SEMBUH” bab IV – “Mari Meracik Makanan Harian!”. Di situ dijabarkan bagaimana kebiasaan makan sudah bisa dibentuk sejak dini. Pola makan sehat dengan food combining, tentu saja tak lepas dari peran serta IBU sebagai MANAJER KERUMAHTANGGAAN. Begitu pula dengan kemampuan bayi dalam mengenali makanan dan menggunakan gigi geliginya dalam memproses makanan. Hanya IBU lah yang mampu memotivasi – bukan orang lain!:idea:

One response to this post.

  1. […] 18, 2009 Coba buka kembali posting saya mengenai bagaimana cara memotivasi bayi makan. Rasanya apa yang saya tulis di situ belum lengkap. Saya hanya memberi tips, tanpa membahas lebih […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: