MENGINTIP PROFESI CADDY

Sejak kasus pembunuhan direktur PT. Putra Rajawali Banjaran yang disangkutpautkan dengan golferseorang caddy, banyak para wanita terutama para istri bertanya-tanya, apa sih caddy itu? kerjaannya di lapangan ngapain aja? Pertanyaan ini mampir di Facebook saya dan rasanya penting untuk sedikit memberi informasi positif setelah media lebih banyak mengupas sisi negatifnya.

caddy manSemula, profesi caddy hanya dijalani oleh pria. Caddy bertugas antara lain membawa peralatan golf, mengemudikan mobil golf, mencari posisi jatuhnya bola, melindungi pegolf dari terik matahari menggunakan payung, dan kadangkala, bagi caddy dengan jam terbang tinggi juga mampu memberikan pelatihan permainan golf.

TEMP_banner

Guna memberikan servis yang baik, maka untuk menjadi seorang caddy diperlukan fisik yang kuat. Karena harus membawa peralatan golf yang berat di bawah terik matahari atau hujan, sambil berjalan kaki. Namun seiring dengan perkembangan jaman dan trik marketing, mungkin – sekarang juga banyak dijumpai caddy wanita. Wanita dianggap lebih luwes menangani klien dan komplain, selain juga untuk menarik minat pegolf agar datang kembali. Tetapi baik caddy pria maupun wanita tetap saja memiliki tugas yang sama berat, untuk itu mereka tentunya sudah menjalani beberapa pelatihan khusus, termasuk juga dalam menghadapi klien – dalam hal ini : PEMAIN GOLF.

Sekarang, mari kita bahas resiko apa saja (dari sudut pandang kesehatan) yang mengintai para caddy ini – terutama bagi yang wanita, seperti Rhani Juliana alias Tika ini.

WARNING050Pertama sekali – paparan sinar UV atau UV exposure yang berlebihan karena harus berada di lapangan selama berjam-jam. Pemakaian sunblock memang dianjurkan, tetapi jika berlebihan – anda harus baca artikel di wikipedia mengenai “Controversy over sunscreen” dulu. Penggunaan berlebihan justru akan meningkatkan resiko kanker kulit. Lihat saja anatomi kulit di bawah ini.

skinposter

sunblock1

Yang kedua, tentu saja kembali ke… stamina! Ada kalanya stamina tubuh tidak bisa diajak kompromi lagi setelah terpaksa kehujanan, atau sekarang – memasuki musim kemarau, terik matahari yang membuat suhu udara meningkat drastis tentunya ikut mempengaruhi. Lantas jangan langsung minum supplemen begitu saja, lho… bahaya… apalagi kalau sudah “langganan”. Kalau keseringan “menipu tubuh” dengan minuman berenergi, lama-lama bisa bener-bener “kehilangan energi”!! Banyak sudah yang membahas efek samping kebanyakan minum minuman berenergi, jadi saya nggak perlu membahasnya lagi di sini.

Terakhir, mungkin setelah stamina menurun, kekebalan tubuh jadi ikut merosot. SicklyMasuklah penyakit. Mulai dari yang sederhana seperti flu biasa, sampai (hati-hati bagi yang sering mendampingi golfer ekspatriat) flu binatang (burung, babi dsb.) Kalau pengobatannya sekedarnya, bukannya sembuh dalam satu-dua hari, malah bisa berhari-hari tidak merasakan semilir angin di lapangan golf!!

 “Jadi bagaimana dong???” Thinking

Ya let’s get back to the smarter way…  use herbal that are natural; spreading surrounding us! Begini caranya, Mbak-mbak – mas-mas, all the caddies in the world…

  • Untuk urusan sunblock tidak bisa dari luar saja. Silakan gunakan sunblock-nya, lebih baik yang mengandung bahan alami seperti Komfrey (Symphytum officinale), Pegagan (Centella asiatica), Minyak Kelapa (Coconut oil), Jinten Hitam (Nigella sativa). Semua bahan di atas memiliki kemampuan anti oksidan yang baik dalam bentuk obat luar dan bisa mencegah sunburn maupun penuaan dini pada kulit.
  • Anti UV sekaligus antioksidan yang dikonsumsi – jangan kaget – adalah Delima (Punica granatum), Nanas (Ananas comosus), dan Pepaya (Carica papaya). Nah! gampang, khan… tinggal jus aja! Murah-meriah dibandingkan sunblock yang biasa dipakai?
  • Soal stamina – seperti yang sudah-sudah, banyak tergantung pada keseimbangan pola makan dan waktu istirahat. Jangan dugem setelah berjam-jam di lapangan terik, tapi cobalah tidur lebih awal. Makan banyak sayur dan buah daripada makanan cafe yang entah apa saja isinya. Ingat, lho… perut bukan tempat sampah. What you eat is what you get!
  • Untuk urusan kekebalan tubuh – Meniran (Phyllantus urinaria) jagoannya. Bisa ditambah teh Mahkota Dewa (Phalleria macrocarpa) supaya metabolisme kembali teratur. Temulawak (Curcumae xhantorhiza) juga baik buat yang sering terlambat makan, saking sibuknya.

Nah, sudah saya bagikan cerita sedikit mengenai profesi caddy dan resikonya dari sudut pandang life improvement. Bagi yang ingin berprofesi menjadi caddy, baca saja koran JawaPos tanggal 9 Mei 2009 di halaman depan : Ke Dapur Pendidikan Caddy sebelum Turun ke Lapangan Golf. Masih banyak lowongan dan tak usah ragu-ragu lagi!

One response to this post.

  1. […] Original post by rumahherbalku […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: