KECINTAAN PADA STREN KALI

gusur jagir-1

Suroboyo akeh penggusuran dino-dino iki. Mulai soko pinggir stren kali Jagir sisih kidul, sakdurunge diawali daerah Wonorejo ngarep Stikom. Rencanane arep ngobrak maneh pinggir kali Jagir sisih lor, karo jalan Nias sing nemplek rel sepur.

Lek didelok koyok-e pancen proses penggusuran gak duwe ati. Wong-wong nglumpuk jerit-jerit koyok arep perang. Suasanane persis korban bencana alam. Omah sebelah dirubuhno, tonggone bingung mlayu mlebu-metu ngusungi barange menjobo persis lek onok kebakaran.

Jalan Jagir ditutup sementara mergane tumplek blek karo barange warga sing omahe diratakno backhoe. Proses penggusuran iki ndadekno pro ambek kontra soale kethok-ane warga gak siap, padahal tekan suwe wis dikandhani lek arepe digusur, saking ae wargane RODOK MOKONG mergo ngroso duwe HAK manggoni daerah stren sing pancen dadi favorit-e.

Sejak jaman-e Londo sakjane daerah stren wis diatur supoyo gak dienggoni. Kethok soko disain sing digawe nang lingkungan pinggir kali. Kabeh sakmarine pager pembatas kali, mesti onok bahu jalan sing ombo, marek ngono ratan gedhe. Jelas-jelas gak onok kampunge. Cobak delok-en foto-foto nang buku “Soerabaja Tempo Doloe” karangan Dukut Iman Widodo utowo buku “Soerabaja-Beeld van een stad” terbitane Asia Maior sing aseli gawean Londo. Kabeh ratan turut pinggir kali gedhe, mesti yo melok gedhe. Ratan iku sakjane nggo mbatesi daerah stren kali ben gak digawe permukiman koyok saiki. Gunane antara lain yo digawe dalan inspeksi, sakliyane resepan lek musim udan.

Tapi keadaan-e maleh seje sejak kaum urban mulai mlebu Suroboyo. Stren kali dadi favorit, utamane gawe dagang/dodolan – koyok sing ketok nang sepanjang kali Jagir-Wonorejo. Lemah sakjengkal gak onok surat-e dadi rebutan, di dol mrono-mrene sampek pindah tangan ping piro ae. PLN, TELKOM, ambek PDAM yo gak kalah carut-marut, gelem ae masang sambungan plus meteran nang omah-omah pinggir kali iku! Mangkane yo gak salah lek wargane ngeroso tanah stren iku dadi duwek-e, masiyo nang njero omah onok pager pembatas kali-ne… Mbok menowo malah onok pisan sing duwe surat IMB ambek mbayar PBB ????

Saiki anggep ae warga sing akeh-akehane wong urban iku duwe “ketertarikan” utowo kecintaan nang stren kali, duduk perkoro gak duwe lemah gawe omah terus manggoni kono. Pemerintah kudune ndang mberesi stren kali – stren kali liyane, ambek maneh sing komit. Lek pancen wargane arep digusur, mestine area penampungane wes disediakno. Ojok nganti telat koyok rusun sing arepe digawe penampungane warga stren kali Jagir. Ambek maneh, penghuni rusun iku kudune BENER-BENER warga sing maune dadi penghuni tergusur. Ojok maneh malah dijual beli, pindah tangan, tapi sing kudune manggoni balik maneh golek stren kali liyane!

buku-soerabaja

2 responses to this post.

  1. Posted by stefano on May 24, 2009 at 3:55 pm

    warga stren kali yang tergusur itu sdh tinggal disana sejak tahun 1960-an, mereka (rt 14 rw 3) adalah cikal bakal pemukiman di stren jagir. mereka direlokasi ke stren kali jagir oleh pemerintah pada saat itu (walikota: soekotjo, gubernur: hm. noer) karena kampung mereka sebelumnya dibangun pasar wonokromo dan terminal joyoboyo dan keberadaan mereka untuk bermukim di stren kali jagir dijamin oleh pemerintah saat itu.
    ada beberapa hal yg perlu diluruskan dari tulisan anda, pada saat digusur warga bukannya ‘mokong’ tapi memang ada kesalahan prosedur yang dilakukan oleh pemkot surabaya antara lain:
    1. wilayah stren kali surabaya dan kali jagir wonokromo adalah milik pemprov jatim bukan milik pemkot surabaya;
    2. surat pemberitahuan ke warga hanya di berikan sekali padahal seharusnya 3 kali;
    3. yang berwenang memberikan surat pemberitahuan/surat peringatan adalah dinas pu pengairan jatim bukannya pihak dari kecamatan wonokromo seperti yang terjadi kemarin;
    4. sudah ada perda provinsi jatim no 9 th 2007 tentang penataan kawasan sempadan sungai kali surabaya dan kali wonokromo, pada pasal 13 point g menjelaskan bahwa kawasan stren kali ditetapkan sebagai kawasan hunian terbatas dan harus tersedia jalan inspeksi selebar 5 m dari bibir sungai;
    5. pemkot ternyata menggunakan perda kota surabaya no 7 th 1992 ttg imb sebagai dasar. padahal sampai saat ini jumlah bangunan di surabaya yg punya imb hanya 30% itu artinya 70% bangunan di surabaya juga harus digusur sama seperti bangunan di stren kali jagir;
    6. proses penggusuran harusnya sampai depo sampah saja (dpn kantor pajak);
    7. untuk tinggal di rusun warga harus membayar sewa minimal 350 rb-400 rb per bulan;
    8. sampe saat ini tidak ada pertanggungjawaban dari pemkot surabaya terhadap nasib pekerjaan, pendidikan, kejelasan nasib warga yg tergusur dan pemkot selalu bersembunyi dibalik pernyataan: “warga korban gusuran sudah disediakan rusun” pihak pemkotsurabaya tidak pernah menjelaskan secara eksplisit bahwa bagi warga yang ingin tinggal di rusun harus membayar uang sewa rusun minimal sebesar 350 rb per bulan.

  2. Posted by rumahherbalku on May 26, 2009 at 12:19 pm

    Terimakasih buanyak atas koreksi-nya!

    Bagi warga yang merasa tersinggung, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya menulis dari dua sisi, karena itu saya juga mengkritisi pemerintah yang bisa-bisanya memberikan IMB sekaligus PBB apabila ada perda yang berbias.

    Begitu pula soal rusun. Di sini saya melihat ada banyak aspek ketidaksiapan pemerintah dalam menjalankan suatu kebijakan. Bukankah dari dulu memang begitu? Tak ada review, tak ada kontrol, apalagi way out yang win-win solution?

    Namun di atas itu semua, alangkah baiknya jika kita mau sedikit berbesar hati dan memahami akan fungsi ekologi dari stren kali itu sendiri. Mungkin tata cara memang salah, namun kita semua tahu, yang namanya ORANG INDONESIA itu terkenal dengan DAYA JUANG nya tinggi – KREATIFITAS nya juga tinggi. Saya percaya lambat laun, seperti penanganan LUMPUR LAPINDO yang juga berlarut-larut, warga akan menemukan jalan hidupnya sendiri… HIDUP INDONESIA!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: