KOALISI SANA-SINI

Rame-rame koalisi dalam partai politik membuat bingung sebagian besar rakyat Indonesia. Permasalahan keabsahan hasil pemilu legislatif yang belum juga kelar, bukannya membuat partai politik diam menunggu sampai usai, namun malah kebingungan membangun kekuatan melalui koalisi-koalisi.

koalisi-1

Sekilas biarpun tampak plin-plan dan main-main, partai-partai besar makin memanjakan media dengan pendapat ini-itu dan pembubaran maupun pembentukan koalisi baru menjelang Pemilihan Presiden. Siapa yang dirugikan dengan suasana ini? Kembali ke… R-A-K-Y-A-T!

Rupanya koalisi model begini juga dianut oleh makhluk hidup bersel satu yang berlabel VIRUS. Entah kenapa ditengah situasi dunia yang menuju global warming, para virus – terutama varian influensa type-A – dengan mudahnya (???) mengadakan koalisi sehingga berkembang strain baru. Yang dirugikan: MANUSIA yang diuntungkan: PABRIK FARMASI.

koalisi virus h5n1Koalisi antar virus influensa type A-H1N1 dengan type A-H5N1 yang dilakukan dengan “broker” tubuh babi (mixing vessel), seperti sudah saya tuliskan di posting sebelumnya, menimbulkan strain baru “swine flu” yang sekarang menghebohkan dunia. Mengapa heboh? karena yang diuntungkan bukan korbannya – alias manusia dan babi itu sendiri, tetapi beberapa gelintir pihak-2 yang berkecimpung dalam bisnis media dan farmasi.

Beberapa ilmuwan mencoba mengupas keanehan dalam “koalisi partai virus” ini melalui ilmu yang disebut Virology  Doctor . Salah seorang ahli dari Indonesia, CA. Nidom – satu-satunya dokter hewan yang meneliti virus H5N1 sebagai desertasinya, menuliskan sekelumit kisah koalisi ini di koran KOMPAS edar 11 Mei 2009. Beliau mencurigai adanya campur tangan pihak-pihak tertentu yang mampu membantu suksesi koalisi kedua virus ini di laboratorium. Bukannya terjadi secara alamiah, karena pada dasarnya pembentukan varian virus baru memerlukan jangka waktu yang panjang. Trus apa urusannya mengembangkan varian virus baru? Ya untuk menjual obat baru – antibiotik baru – penelitian baru… gitu deeeh!

swineflu massacreTapi anda semua tak perlu khawatir… kenapa?

Karena flu babi baru ditemukan di daerah subtropis saja. Kalaupun ada WNI yang suspect, mereka tentu telah bersinggungan dengan WNA dari daerah pandemi, atau WNI tersebut telah melakukan perjalanan ke daerah pandemi. Lagipula, Pemerintah kan sudah mengucurkan dana sebesar 38,7 M buat penanganan masalah flu babi ini… Jadi, jangan sia-siakan itikad baik Pemerintah dong ya… daripada mubazir duitnya!  (buanyakkk banget tuh duit? Apa nggak lebih baik buat penyakit gizi buruk aja? Penderitanya paling 1:2500 – yang flu babi 1 orang, yang gizi buruk 2500 orang? he..he..  No )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: