REVIEW BUKU : G E N O M

“Pengembaraan” kembali saya di dunia genetika diawali oleh rasa penasaran soal enzim, setelah membaca buku Dr. Hiromi Shinya – “Keajaiban Enzim”. Saya teringat suatu saat di kelas Biologi SMA, pada sebuah substansi berjudul “deoxyribonucleat acid” yang lebih populer lewat 3 huruf – DNA, yang berisi salinan kode genetik. DNA berada dalam gen, dimana terdapat ribuan gen dalam tiap kromosom manusia yang jumlahnya 23 pasang, yang terletak pada tiap inti sel! Lalu apakah yang menghubungkan sel tubuh kita dengan kebutuhan enzim?

Mulailah saya mencari-cari sebuah referensi mengenai hubungan antara sel dan enzim. Buku-buku pengenalan tentang genetika saya baca satu demi satu di ruang bacaan anak Perpustakaan Kota Surabaya (karena buku mengenai genetika sulit sekali di dapat kecuali kita mau blusukan di perpustakaan kampus!). Buku-2 di ruang baca anak lumayan menjawab sedikit pertanyaan. Ada Seri DUNIA SAINS – ELEX MEDIA KOMPUTINDO berjudul GENETIKA dan dari penerbit PAKAR RAYA – PUSTAKA SAINS TERSAMBUNG INTERNET berjudul PENGANTAR GEN & DNA. Keduanya makin membuat saya penasaran, karena molekul-2 DNA dan proteinnya banyak disebut-sebut juga sebagai alat penanda bagi penyakit genetik.

genomLalu saya menemukan buku berjudul GENOMkisah spesies manusia dalam 23 Bab. Ditulis oleh Matt Ridley, seorang editor sains, koresponden Washington, dan editor Amerika untuk The Economist. Semula buku terbitan Gramedia Pustaka Utama setebal 384 halaman ini mau tak mau membuat gemetar maju-mundur. Jangan-jangan – seperti kebanyakan buku sains terjemahan lainnya – bahasanya sulit dimengerti, dan jauh lebih mudah memahami versi aslinya!

Namun sejak “melangkah” ke halaman UCAPAN TERIMAKASIH, tanpa membaca komentar-2 dari New York Times Book Review, atau beberapa komentar lain di halaman terakhir, saya bisa senyum-2 sendiri. Inilah indeks kepuasan saya dalam membeli buku. Jika buku itu bisa dibaca sambil senyum-senyum, artinya buku itu bisa mengkomunikasikan dirinya pada saya seberat apapun isinya.

Wah, saya kok jadi ketularan menulis panjang lebar tentang pengalaman pribadi! Sekarang saatnya mengulas isi GENOM!

DARI NUKLEUS KE DNA

F14-10_FISH_chromosome

GENOM berisi 23 bab. Setiap bab mengulas tentang 1 kromosom manusia, berurutan sesuai dengan ukurannya. Seperti yang tertulis dalam buku-2 pelajaran Biologi, manusia mempunyai 23 pasang kromosom, yang diberi nomor 1 sampai 22 dan pasangan kromosom gender XX atau XY. (Kalau lupa,tolong deh tanya lagi sama anak-2 SMA, bagaimana mengurutkan dari DNA, sampai gen lalu kromosom, nukleus, lalu ke sel atau lihat gambar di atas). Lalu kenapa pengetahuan tentang enzim ini nyasar sampai ke genetika? bahkan sampai ke kromosom dan DNA segala?

dna-rna

Pada bagian PENDAHULUAN, diceritakan hubungan antara DNA dan RNA yang berlaku sebagai translator dari transkripsi DNA agar dapat mereplikasi. (apaan tuh? kalau saya jelaskan panjang lebar di sini, nanti malah kelihatan seperti text book kuliah!) Lipatan-2 double helix DNA yang sudah ditranskripsikan oleh RNA itu ternyata merupakan rantai-2 asam amino yang disebut PROTEIN! (nah lo!!! bingung kan? Telan aja dulu!)

Koneksinya adalah:

Hampir segala sesuatu dalam tubuh, dari rambut hingga hormon, merupakan susunan protein. Entah suatu protein tunggal atau gabungan protein dengan bahan organik lain. Setiap protein adalah sebuah gen yang telah ditranslasi. Dalam situasi-situasi khusus, reaksi-reaksi kimia dalam tubuh dikatalisis oleh protein-protein yang disebut ENZIM. Bahkan pengolahan, koreksi kesalahan penyalinan dan perakitan molekul-molekul DNA dan RNA sendiri – replikasi dan translasi – dikerjakan dengan bantuan protein-protein.

Sampai sini saya baru “ngeh” (kata orang Jawa – bahasa Indonesianya mungkin “mendapat pencerahan” kali ya?) betapa Dr. Hiromi sangat menekankan pentingnya menjaga “jumlah” enzim dalam tubuh. Sang Maha Pencipta memang sudah membekali kita sejumlah enzim sesuai takaran, namun sekarang menjadi tugas kita untuk menjaga “dapur” DNA kita tetap stabil sehingga tidak menimbulkan kerusakan, yang ditingkat genetik sering disebut sebagai MUTASI GEN. Termasuk pula secuil hasil penelitian di kromosom 13 yang mengupas masalah “susu sapi untuk anak sapi” yang belakangan ini menjadi polemik!

Setelah itu, saya dengan senang hati menggelinding dari halaman ke halaman, menguak lebih jauh misteri tentang genetika ini dari kacamata seorang Matt Ridley. Bahasanya kocak, sederhana, – (tentu saja ini juga merupakan keahlian dari sang penerjemah!) namun juga masih menuntut saya untuk membaca L-A-M-B-A-T, karena kapasitas sel-sel kelabu di otak yang sudah agak berkarat untuk membuka database versi SMA dulu. Selain membaca buku ini ada baiknya anda berkelana pula ke dunia maya dengan alamat Human Genome Project maupun Online Mendelian Inheritance in Men, agar lebih memahami cerita di dalamnya, karena buku GENOM ini tanpa ilustrasi.

Buku ini sangat pantas dibaca. Bagi anda yang ingin BERKENALAN lebih jauh dan lebih mesra lagi dengan TUBUH ANDA SENDIRI, buku ini juga membantu kita untuk memahami penyakit-2 berbahaya, mewaspadai penyakit keturunan, dan sekitar pengetahuan wah-wah lain yang tentunya belum seluruhnya terungkap. Ujung-ujungnya – tentu saja – seperti ilmu-2 yang lain, mengajak kita kembali mengagumi kreativitas Sang Pencipta dan akhirnya membuat kita sekalian bersyukur atas segala yang telah Dia berikan pada kita sebagai manusia, untuk kemudian mencanangkan sebuah janji – menjaga dan memelihara pemberian-Nya yang begitu rumit dan sempurna ini!

9-01-10

Sebagai tambahan ada vcd bagus yang bisa meng-ilustrasikan DNA dan proses replikasinya dengan baik hingga membuat saya bercucuran air mata :

– Keruntuhan Teori Darwinisme dari HARUN YAHYA

– Unlocking the Mysteries of Life dari DISCOVERY

3 responses to this post.

  1. Hi Sobat,

    Lagi asyik baca pencerahannya, kok tiba-tiba tamat. Batal deh pencerahannya — Habis cerah terbitlah gelap –jadinya

    Salam kenal

  2. Posted by rumahherbalku on December 25, 2009 at 8:35 pm

    Yah, begitulah… karena buku ini mengasyikkan untuk dibaca, biarpun kalau awam harus pelan-pelan membacanya, untuk kemudian membayangkan. Kalau perlu buka “kamus” genetika.

    Tapi dijamin, setelah membaca, kita jadi mengenal tubuh dan raga ini, serta merasa rugi jika tetap tak peduli dengan kesehatan sendiri!

  3. […] yang telah saya pelajari sebelumnya, dalam ilmu genetika, keseluruhan fungsi dan sistem kehidupan ditopang oleh sejumlah besar protein-2 yang disusun oleh […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: