TASTEFUL RAWFOOD

Slogan “back to rawfood” kadang-kadang membuat kita mengernyitkan dahi sejenak. Raw food? bukannya selama ini yang sering kita dengar adalah RAW MATERIAL???

Apa sih sebenarnya yang disebut rawfood itu?

Terjemahan bebasnya adalah “makanan mentah”. Hiiiii…. Apa lantas kita disuruh makan makanan mentah-mentah? Kalau bukan, lalu makanan mentah yang bagaimana?

Ini semua berawal dari jaman nenek moyang kita, yang sebetulnya (dikoreksi) mempunyai struktur gigi sebagai pemakan tumbuhan (herbivora). Jadi kalau kita mau bicara soal rawfood, jelas bukan bicara soal daging sapi mentah, daging ayam mentah, atau juga daging ikan mentah yang sering disajikan di Japanese Resto!

Waduh… berarti kita ini harus makan makanan seperti yang dimakan sapi?  Siapa yang mau????

Gaya hidup modern membuat manusia berangsur-angsur menomer-sekian-kan urusan makan. Maunya yang praktis, cepat saji, kalau bisa sih, makan sambil nyetir atau mungkin suatu saat nanti, tinggal telan kapsul (glek aja langsung!) Lalu bagaimana dengan keseluruhan fungsi pencernaan yang telah dengan demikian sempurna dikaruniakan oleh Tuhan kepada kita? Sejak dari engsel rahang yang membuka menerima makanan, gigi geligi sebagai senjata garis depan,  enzim yang membantu mempermudah dan meningkatkan mutu asupan… Kemana semua itu?

Coba sesekali jikalau ada kesempatan, perhatikan kegiatan makan seekor sapi. Begitu tenang dalam mengunyah, begitu menikmati makanannya, tanpa harus merubah-rubah menu sedemikian rupa. Sapi terlihat santai dan membiarkan proses pencernaan yang berlangsung melewati ke empat “LAMBUNG”nya. Perasaan nikmat si sapi ini tentu saja mempengaruhi mutu dari makanannya.

Apakah sapi itu akan terjangkit penyakit kanker? Tentu tidak… Apakah sapi itu akan terjangkit Anthrax atau penyakit sapi gila? Bisa saja… Jika makanan sapi tadi merupakan makanan “buatan” manusia, yang dengan sengaja bertujuan untuk memberikan keuntungan, bagi manusia pula, tanpa memperhitungkan nasib si sapi.

Jadi yang kita lihat di sini bukanlah konotasi bahwa kita harus kembali makan rumput seperti sapi jika tidak ingin terkena kanker – buktinya masih banyak orang yang mengkonsumsi sayur-pun bisa terjangkit penyakit kanker.  Intinya adalah, bagaimana kita mengolah makanan yang kita makan (dalam hal ini raw food) untuk menjadi “makanan manusia”, supaya tercipta kenikmatan yang sama seperti ketika kita menghabiskan sepiring Steak, misalnya.

Coba deh, buka-buka buku resep dr. Tan ini. Lembar per lembar halamannya mampu membangkitkan selera makan, dan proses pembuatannya pun relatif mudah. Tak  perlu menyiapkan peralatan masak ala chef hotel bintang lima, kok. Dari gambar, barangkali pikiran kita mulai tergerak, dan memerintahkan tangan untuk segera mempraktekkan menu makanan sehat ini. Selamat mencoba, ya!

7 responses to this post.

  1. Posted by novi on December 21, 2009 at 10:20 am

    Dimana saya bisa mendapatkan buku tsb?

  2. Posted by rumahherbalku on December 21, 2009 at 10:59 pm

    Di jaringan TB. Gramedia ada, kok
    Tetapi jika membutuhkan bisa SMS ke 0811300432

  3. wah…
    blog yg bagus dan bermanfaat, salam kenal yaa…

  4. Posted by rumahherbalku on January 7, 2010 at 9:34 am

    Trims, salam kenal kembali!

  5. Posted by Clara on February 22, 2010 at 6:09 pm

    Hello.
    I myself am a raw vegan since 2009.
    Semoga semakin banyak masyarakat Indonesia yang mencoba “eat foods closest to their natural state”🙂

    Cheers.
    Raw Vegan.

  6. Posted by rumahherbalku on March 18, 2010 at 3:18 pm

    Alhamdulillah!
    Semoga makin banyak yang meniru pilihan hidup sehat.

  7. Posted by Nyai Demang on March 31, 2010 at 5:00 pm

    Senang sekali bisa menemukan blog ini yang bagus dan inspiratif. Baru mau mulai hidup lebih sehat. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: